Kembali Ke Laman Utama

Showing posts with label Lirik Lagu. Show all posts
Showing posts with label Lirik Lagu. Show all posts

Thursday, March 1, 2012

Wednesday, January 18, 2012

Kekasih Yang Di Rindu

Album : Syahadah
Munsyid : Nazrey Johani
http://liriknasyid.com

Ya Rasul Ya Habib Salamun 'Alaik

Aku duduk sendirian merindu
Pemergian seorang kekasih
Walau lama penantianku ini
Aku yakin pasti bertemu

Aku tahu padanya tiada mungkir
Kerna itu bukanlah sifatnya
Di akhirat kan bersua lagi
Dengan mereka yang merinduinya

Kerna dia telah pun berjanji
Akan memberi syafaatnya nanti
Saat itu pasti kan terjadi
Pada umatnya yang bertakwa

Telah beribu tahun sudah berlalu
Keagungannya pernah berlaku
Sejarahnya akan berulang lagi
Sebelum tibanya kehancuran

Namun yang percaya hanyalah mereka
Yang rindukan kekasih
Namun yang merindu hanyalah mereka
Yang selalu berselawat

Ya Nabi Ya Rasul Salamun 'Alaik
Ya Habib Salamun 'Alaik

Saturday, December 3, 2011

Buatmu Ummi

Untuk ummiku yang sangat ku sayangi segenap seluruh hatiku.... tiada tandingan cintaku bersama makhluk lainnya selepas cintaku terhadap Allah, RasulNya.... Buatmu ummi, Tuan Zaleha bt Tuan Chilek... Semoga diberikan kesihatan kembali untuk usiamu hari ini dan hari-hari esok...

Thursday, June 16, 2011

Lirik Lagu: Hakikat Bahagia (Unic)

Bahagia itu dari dalam diri
Kesannya zahir rupanya maknawi
Terpendam bagai permata di dasar hati

Bahagia itu ada pada hati
Bertakhta di kerajaan diri
Terbenam bagai mutiara di lautan nurani

Bahagia itu ada di jiwa
Mahkota di singgahsana rasa
Bahagia itu adalah suatu ketenangan

Bila susah tiada gelisah
Bila miskin syukur pada Tuhan
Bila sakit tiada resah di jiwa
Bukankah Tuhan telah berfirman
Ketahuilah dengan mengingati Allah
Jiwa kan menjadi tenang

C/O :
Kebahagiaan itu suatu kesyukuran
Bila kaya jadi insan pemurah
Bila berkuasa amanah
Bila berjaya tidak alpa
Bila sihat tidak lupakan Tuhan

Hakikatnya bahagia itu
Adalah ketenangan
Bila hati mengingati Tuhan

Semua insan kan mengerti
Maksud terseni Ilahi
Itulah zikir yang hakiki

 
P/s: Untuk play video lagu ini tanpa gangguan, anda perlu tekan butang stop radio Ikim.fm yang berada pada laman ini.

Monday, April 4, 2011

Lirik Lagu: Bilal bin Rabah (All One)

Suara muazzin terdengar
Memanggil insan menyembah Allah
Sejenak terimbau ingatan
Kepada insan yang mulia

Dirimu hanyalah sahaya
Syahadah itu kebebasanmu
Derapan kakimu terdengar
Di depan Rasulmu di syurga

Alunan azanmu terhenti
Hari kewafatan kekasih tercinta
Lalu berderailah tangisan
Suara emas tak terdengar lagi

Kau Bilal bin Rabah
Cekal dan tabah
Dipanggang di gurun yang panas
Biarpun dirimu didera diseksa
Bibirmu tetap menyebut

Allah Tuhanku
Allah yang satu
Tiada Tuhan selain Allah
Muhammad Pesuruh Allah

Di balik kulitmu yang hitam
Tersimpan hati seputih kapas
Suara azanmu bergema
Adalah silammu yang luka
Adalah butiran mutiara
Menjadi tauladan manusia
------------------------------------------------
album : Riwayat Agung
Munsyid : All One
http://liriknasyid.com

Thursday, December 16, 2010

Duhai Ghuraba’

Ghuraba'- Orang Asing

Bukanlah orang asing itu mereka yang terpisah dari negeri mereka
dan mengucapkan selamat tinggal,
tetapi orang asing itu ialah mereka yang tetap serius dikala manusia di sekeliling asyik bermain-main,
dan tetap berjaga ketika manusia di sekeliling asyik dengan lenanya,
dan tetap mengikuti jalan lurus dikala manusia dalam kesesatan tanpa arah,
 dan betapa benarnya sebuah syair ketika ia berkata:

Berkata kepadaku seorang sahabat, “Aku melihatmu sebagai orang asing, di antara orang banyak ini engkau tanpa teman…” maka aku berkata, “Sesekali tidak! Bahkan orang banyak itulah yang asing, sedang aku berada di kehidupan dan inilah jalanku”

Inilah orang asing itu. Asing di sisi mereka yang hidup sia-sia di antara manusia, tetapi di sisi Rabb-Nya, mereka berada di tempat yang mulia.

Ghuraba’

Ghuraba’ tidak akan tunduk kepada selain dari Allah,
Ghuraba’ telah memilih jalan ini sebagai syi’ar dalam kehidupannya.

Jika engkau bertanya tentang kami, sesungguhnya kami tidak peduli terhadap para taghut,
Kami ada tentera Allah selamanya, jalan kami adalah jalan yang sudah terjamin,

Ghuraba’

Kami tidak peduli terhadap rantai para taghut, sebaliknya kami akan terus berjuang,
Marilah kita berjihad, berperang, dan berjuang dari sekarang,
Ghuraba’
Dengan itulah mereka merdeka dari dunia yang hina.

Betapa kita sering mengenang hari-hari bahagia kita,
Dari Kitabullah yang kita baca, di pagi hari dan di petang hari,

Ghuraba’….

Bersabda Rasulullah saw;
“Islam itu bermula asing, dan akan kembali asing seperti mulanya. Maka beruntunglah orang-orang yang asing”. Hadis Sahih Muslim.

Saturday, February 13, 2010

Lirik Nasyid sultan muhammad al-Fateh

Utusan...
Tuhan bersabda,
Benarkan...
Satu ketika,

Derapan...
Kuda kan tiba,
Bebaskan...
Kota di Roma

Tentera Fateh pun datang,
Hadis Nabi kuatkan iman,
Layar kapal rentas daratan,
Tanduk Emas dibantu Tuhan.

Tujuh puluh kapal pun tiba,
Byzantium gegak gempita,
Dua ratus ribu tentera,
Mimpi buruk sudah pun tiba.

Lapan ratus tahun penantian,
Konstantin akhir ditawan,
Panji Islam dikibar Hassan,
Tubuh syahid jiwa dikorban.

Itulah si anak muda,
Beraksi menggegar dunia,
Itulah sebaik raja,
Itulah sebaik tentera.

Monday, February 8, 2010

Lirik Nasyid: Menanti Di Barzakh

Menanti Di Barzakh

Album : Halawatul Iman
Munsyid : Far East

Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,


Perjalanan Rohku,
Melengkapi Sebuah Kembara,
Singgah Di Rahim Bonda,
Sebelum Menjejak Ke Dunia,
Menanti Di Barzakh,
Sebelum Berangkat Ke Mahsyar,
Diperhitung Amalan,
Penentu Syurga Atau Sebaliknya,


Tanah Yang Basah Berwarna Merah,
Semerah Mawar Dan Jugak Rindu,
7 Langkah Pun Baru Berlalu,
Susai Talkin Penanda Syahdu,
Tenang Dan Damai Di Pusaraku,
Nisan Batu Menjadi Tugu,
Namun Tak Siapa Pun Tahu Resah Penantianku,


Terbangkitnya Aku Dari Sebuah Kematian,
Seakan Ku Dengari,
Tangis Mereka Yang Ku Tinggalkan,
Kehidupan Disini Bukan Suatu Khayalan x2
Tetapi Ia Sebenar Kejadian x2


Kembali Oh Kembli,
Kembalilah Kedalam Diri,
Sendirian Sendiri,
Sendiri Bertemankan Sepi,
Hanya Kain Putih Yang Membaluti Tubuhku,
Terbujur Dan Kaku,
Jasad Terbujur Didalam Keranda Kayu,


Ajal Yang Datang Dibuka Pintu ,
Tiada Siapa Yang Memberi Tahu,
Tiada Siapa Pun Dapat Hindari,
Tiada Siapa Yang Terkecuali,
Lemah Jemari Nafas Terhenti,
Tidak Tergambar Sakitnya Mati,
Cukup sekali Jasadku Untuk Mengulangi,


Jantung Berdenyut Kencang,
Menantikan Malaikat Datang,
Mengigil Ketakutan Gelap Pekat Dipandangan,
Selama Ini Diceritakan x2

Kini Aku Merasakan x2
Dialam Barzakh Jasad Dikebumikan x2


Ku Merintih, Aku Menangis,
Ku Meratap, Aku Mengharap,
Ku Meminta Dihidupkan Semula,
Agar Dapat Kembali Ke Dunia Nyata,

p/s: orang yang bijak ialah orang yang senantiasa mengingati mati dan membuat persiapan kearahnya

Wednesday, January 6, 2010

Sebuah Pertemuan- UNIC


Ketika diri mencari sinar
Secebis cahaya menerangi laluan
Ada kalanya langkahku tersasar
Tersungkur di lembah kegelapan

Bagaikan terdengar bisikan rindu
Mengalun kalimah menyapa keinsafan
Kehadiranmu menyentuh kalbu
Menyalakan obor pengharapan

C/O 1:
Tika ku kealpaan
Kau bisikkan bicara keinsafan
Kau beri kekuatan, tika aku
Diuji dengan dugaan…
Saat ku kehilangan keyakinan
Kau nyalakan harapan
Saat ku meragukan keampunan Tuhan
Kau katakan rahmat-Nya mengatasi segala

(*) Menitis airmataku keharuan
Kepada sebuah pertemuan
Kehadiranmu mendamaikan
Hati yang dahulu keresahan

Cinta yang semakin kesamaran
Kau gilap cahaya kebahagiaan
Tulus keikhlasan menjadi ikatan
Dengan restu kasih-Mu, oh Tuhan

C/O 2:
Titisan air mata menyubur cinta
Dan rindu pun berbunga
Mekar tidak pernah layu
Damainya hati
Yang dulu resah keliru

Cintaku takkan pudar diuji dugaan
Mengharum dalam harapan
Moga kan kesampaian kepada Tuhan
Lantaran diri hamba kerdil dan hina

Ulang (*)
Syukur sungguh di hati ini
Dikurniakan teman sejati
Menunjuk jalan dekati-Nya
Tika diri dalam kebuntuan

Betapa aku menghargai
Kejujuran yang kau beri
Mengajarku mengenal erti
Cinta hakiki yang abadi

Tiada yang menjadi impian
Selain rahmat kasih-Mu Tuhan
Yang terbias pada ketulusan
Sekeping hati seorang insan
Bernama teman

sumber: http://www.hijjaz.co.my

Wednesday, December 9, 2009

Lirik Nasyid: Mengemis kasih


Album : Gema Alam/ Nasyid Nostalgia Memori The Zikr
Munsyid : Raihan/ Nazrey feet FarEast

Tuhan dulu pernah aku menagih simpati
Kepada manusia yang alpa jua buta
Lalu terheretlah aku dilorong gelisah
Luka hati yang berdarah kini jadi parah

Semalam sudah sampai kepenghujungnya
Kisah seribu duka ku harap sudah berlalu
Tak ingin lagi kuulangi kembali
Gerak dosa yang menhiris hati

Tuhan dosa itu menggunung
Tapi rahmat-Mu melangit luas
Harga selautan syukurku
Hanyalah setitis nikmat-Mu di bumi

Tuhan walau taubat sering kumungkir
Namun pengampunan-Mu tak pernah bertepi
Bila selangkah kurapat pada-Mu
Seribu langkah Kau rapat padaku

Sunday, September 6, 2009

Layarkan kehidupan

Layarkan kehidupan kedestinasi pilihan
Nikmatilah keindahan yang tak dijanjikan
Hayatilah keperitan baru bisa mengertikan
Kemanisan, kebesaran rahsia kebenaran
Yang tinggal kita mencari
Hidupnya tanda misteri
Kita tafsirkan sukar diertikan

Hidup ini memang payah
Kadang gelap kadang cerah
Hati ini jika resah
Siksa jiwa takkan sudah
Hidup ini memang payah
Kuterima ku berserah
Hati ini bila pasrah
Yang susah bisa mudah
Bersama yang susah adanya yang mudah
Bersama yang susah, mudah..

Arus deras kehidupan dikejar dan ditinggalkan
Terima yang ditakdirkan tulus kesyukuran
Dalam jiwa peperangan duka resah sendirian
Kita dalam pengorbanan pinta keampunan
Yang tinggal kita mencari
Hidupnya tanda misteri
Kita tafsirkan sukar diertikan
Hidup ini memang payah
Kadang gelap kadang cerah
Siksa jiwa takkan sudah

Hidup ini memang payah
Kuterima ku berserah
Hati ini bila pasrah
Yang susah bisa mudah
Bersama yang susah adanya yang mudah
Bersama yang susah, mudah..
Layarkan kehidupan kedestinasi pilihan
Nikmatilah keindahan yang tak dijanjikan