Kembali Ke Laman Utama

Daftar SSPN Di Sini

Sunday, December 22, 2013

Kami Hanya Mengikuti Sunnah

Ketika Umar dilantik menjadi Khalifah yg disepakati, pengganti kpd Abu Bakar, Abu Bakar melafazkan doa,
"Ya Allah, aku telah mengangkat beliau sebagai khalifah tanpa perintah dari Nabi-Mu. Aku tidak mengkehendaki kecuali kemaslahatan mereka. Aku khuatir timbul fitnah terhadap mereka. Aku telah berijtihad dengan pendapatku demi kemaslahatan mereka. Maka aku angkat orang terbaik, orang terkuat, dan orang yang paling gigih untuk membimbing mereka sebagai pemimpin mereka. Aku telah mengalami seperti yang aku alami ketika ini, maka jadikanlah beliau sebagai penggantiku untuk memimpin mereka, sesungguhnya mereka itu adalah hamba-hamba-Mu."

--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Pada suatu hari, Umar Al Khattab r.a berdiri di atas mimbar sambil berkata:

“Ketahuilah bahawa para Ashabul Ra’yi (mengagungkan akal fikiran) itu adalah musuh-musuh sunnah. Mereka merasa keusahan menghafal hadis-hadis Nabi, kemudian mengeluarkan fatwa hukum dengan pendapat mereka sendiri. Ketahuilah, kami hanya mengikuti jejak, bukan mencipta, kami mengikuti sunnah bukan melakukan bid’ah. Kami tidak akan tersesat selama kami berpegang teguh dengan athar (hadis).”

Diriwayatkan dari Amr bin Maimun, dari ayahnya, beliau bercerita:

“Pada suatu hari, seorang lelaki pernah menemui Umar bin Al Khattab dan berkata, “Wahai Amirul Mukminin, pada ketika kami berperang membebaskan wilayah Madain kami menemukan sebuah kitab yang di dalamnya terdapat perkataan-perkataan yang mengagumkan.”

Umar bertanya, “Apakah perkataan-perkataan itu bersumber dari kitab Allah?”

Lelaki itu menjawab, “Bukan,.”

Maka Umar meminta diambilkan rotan dan memukul lelaki itu. Kemudian Umar membacakan firman Allah, yakni surah Yusuf: 1-3 yang bermaksud:

“Alif-Lam-Raa’. Ini adalah ayat-ayat Kitab Al Quran yang mengatakan kebenaran. Sesungguhnya Kami menurunkan Kitab itu sebagai Al Quran yang dibaca dalam bahasa Arab, supaya kamu (menggunakan akal untuk) memahaminya. Kami ceritakan kepadamu (wahai Muhammad) seindah-indah kisah dengan jalan Kami wahyukan kepadamu Al Quran ini, padahal sebenarnya engkau tidak pernah menyedari akan halnya.”

Umar selanjutnya mengatakan: “Orang-orang sebelum kamu binasa kerana mereka sangat mengagumkan kitab-kitab kalangan para ulama’ hingga hilang bekasnya dan ilmu yang terkandung di dalam kedua-dua kitab itu lenyap.”


-Dr.Ali Muhammad As-Shallabi (faslu al khitab fi sirah amirul mukminin umar bin al khattab)

No comments:

Post a Comment

Baca Artikel Lain

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...